Blog

Tips Membuat Desain Brosur

Jika Anda perlu membuat brosur dan ini pertama kalinya Anda melakukannya, ada beberapa kebenaran universal yang perlu diingat saat Anda pergi melalui proses. Berikut adalah sepuluh tips yang akan membantu Anda menghasilkan sebuah brosur yang memberikan pesan yang Anda inginkan.

Mungkin Anda punya teman yang bekerja di DPRD dan dia meminta Anda untuk membuat brosur kampanyenya, atau mungkin organisasi Anda meminta Anda untuk membuat brosur untuk sebuah acara penggalangan dana yang akan datang, atau mungkin Anda ingin membuat brosur yang menampilkan karya lansekap dari bisnis berkebun Anda. Apapun alasannya mungkin, jika Anda perlu untuk membuat brosur untuk bisnis kecil atau rumah, dan ini adalah pertama kalinya Anda menangani usaha seperti itu, ada beberapa kebenaran universal untuk menciptakan sebuah brosur yang dapat memberikan pesan yang Anda inginkan.

1. Gunakan Warna:
Ya, warna sangat penting, karena itu layak diperhatikan. Saya pernah mendengar penerima email akan menghabiskan rata-rata tujuh detik melihat brosur Anda dalam perjalanan ke tempat sampah (ups, maaf, maksud saya tempat daur ulang). Anda bersaing dengan semua email dalam kotak dan brosur Anda perlu untuk diperhatikan. Ya, warna dibutuhkan agar dapat menarik perhatian.
2. Penggunaan Foto:
Jangan buat brosur Anda dengan banyak teks yang membosankan. Penggunaan foto dan sebuah headline menjadi elemen graphis yang penting, dan ini membuat orang yang melihat tertarik.

3. Gunakan Kebijaksanaan:
Pertama orang akan melihat brosur dari gambar atau foto yang ditampilkan, kemudian headline, lalu keseluruhan brosur.Karena itu, cobalah untuk mendapatkan informasi tentang Anda yang paling penting dan memiliki nilai jual di dalam gambar dan headline. Dan ingat: penerima brosur belum pernah mendengar tentang Anda, di mata pembaca brosur anda bukanlah siapa-siapa.

4. Gunakan Sedikit Font:
Aturan yang paling penting dari desain yang akan mendapatkan perhatian audiens selama tujuh detik adalah, penggunaan jenis font. Tetaplah menggunakan tiga jenis font atau kurang untuk brosur Anda. Century Schoolbook, Century Expanded, Georgia, dan Palatino, jangan menggunakan jenis font yang sulit untuk dibaca atau terkesan terlalu artistik, gunakan font yang umum dilihat orang dan mudah dibaca.

5. Gunakan Tipografi Konsisten:
Jangan mengisi ruang-ruang kecil brosur dengan headline besar yang terlihat seperti sekedar pengisi ruang kosong. Tetaplah konsisten dalam penggunaan tipografi dan ukuran untuk judul, teks tubuh, dan keterangan; ukuran 14 atau 16 untuk judul, ukuran 12 untuk teks, dan ukuran 10 untuk keterangan.

6. Gunakan White Space dengan bijaksana:
Pisahkan teks dengan poin-poin dan usahakan paragraf tidak terlalu panjang. Gunakan spasi baris yang cukup untuk membuat brosur yang menarik dan dapat dibaca, dan tidak seperti kerumunan elemen pada halaman atau terlihat saling tumpuk.

7. (Jangan) Gunakan Lipatan:
Saya tidak bisa memberitahu Anda berapa banyak brosur yang saya pernah lihat di mana foto menjadi berkerut karena lipatan, atau teks yang terlalu panjang melewati lipatan. Anda tidak ingin pesan Anda dalam terlipat. Apapun jenis lipatan brosur yang anda gunakan, pastikan desain akhir anda tidak rusak oleh lipatan.

Artikel ini untuk mereka yang tiba-tiba menemukan diri mereka bertugas untuk menciptakan sebuah brosur pertama kalinya, namun informasi yang tercantum di sini hanya mewakili ujung gunung es. Sebagai contoh, saya belum menyentuh pada apakah, atau jika, Anda harus menggunakan template dibandingkan desain pro untuk brosur Anda. Dan apa jenis warna yang harus Anda gunakan - pertanyaan-pertanyaan besar masih harus ditangani. Cari artikel pada website kami ini, saya akan tunjukkan lebih jauh tentang cara mendesain brosur yang baik.

Sementara itu, jika Anda telah membuat brosur di tempat kerja Anda, saya ingin mendengar dari Anda. Silahkan menambahkan tips atau komentar yang anda miliki.

Share this post

Add comment


Security code
Refresh